Materi dan Soal SKD (TWK, TIU, TKP)



Materi SKD – Yuk belajar bareng SKD! Ada rangkuman materi, contoh soal dan pembahasannya, tryout, ebook TWK TIU TKP, dan bahan SKD lainnya. Gratis 100%.

Kisi-kisi SKD Terbaru

Materi dan Contoh Soal SKD

Materi TWK Nasionalisme

Materi TWK Konstitusi dan UUD 1945

Materi TWK Pancasila dan Lambang Negara

Contoh Soal TWK Bahasa Indonesia

Contoh Soal TIU Verbal Silogisme

Contoh Soal TIU Verbal Analogi

Contoh Soal TIU Verbal Sinonim

Contoh Soal TIU Numerik Deret Angka

Materi TKP Pelayanan Publik

Materi TKP Jejaring Kerja

Materi TKP Sosial Budaya

Materi TKP Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Materi TKP Profesionalisme



Rangkuman Materi SKD TKP : Profesionalisme



Berdasarkan kisi-kisi SKD CPNS sesuai PermenPAN RB Nomor 23 Tahun 2019, Profesionalisme, bertujuan mampu melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan tuntutan jabatan.

Profesionalisme merupakan bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab dan komitmen yang tinggi”. Perilaku utama sebagai cerminan dari penerapan nilai profesionalisme terdiri dari dua butir.

Butir pertama adalah “Mempunyai pengetahuan dan keahlian yang luas”. Panduan perilaku utama untuk butir pertama ini adalah sebagai berikut:

  1. Senantiasa meningkatkan kompetensi diri
  2. Bekerja sesuai dengan tugas/fungsi dan profesi/jabatannya
  3. Menyelesaikan pekerjaan dengan efektif dan efisien
  4. Bekerja berorientasi pada outcome (dampak) bukan hanya output (keluaran)

Butir kedua adalah “Bekerja dengan hati”. Panduan perilaku utama untuk butir kedua ini adalah sebagai berikut:

  1. Terbuka atas pendapat atau masukan dari pihak lain
  2. Senantiasa menujukkan antusiasme dan semangat bekerja yang tinggi
  3. Berpikir, bertindak positif serta tulus ikhlas dalam menyelesaikan pekerjaan

Prinsip Profesionalisme

  • Jujur dan bisa dipercaya
  • Menundukkan diri pada nilai-nilai etis
  • Adanya kesetiaan atau loyalitas
  • Mau belajar dari kesalahan
  • Adanya rasa cinta pada pekerjaan
  • Bersikap proaktif
  • Bertanggung jawab


Rangkuman Materi SKD TKP : Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)



Berdasarkan kisi-kisi SKD CPNS sesuai PermenPAN RB Nomor 23 Tahun 2019, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), bertujuan mampu memanfaatkan teknologi informasi secara efektif untuk meningkatkan kinerja.

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang sangat cepat ini tentunya memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Berbagai bidang kehidupan manusia kini mulai menerapkan berbagai perangkat berteknologi baru guna memudahkan komunikasi dan pekerjaan.

Adapun manfaat dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi bagi manusia adalah sebagai berikut :

  1. Berkomunikasi menjadi lebih mudah dan cepat
  2. Memudahkan akses informasi terkait pekerjaan maupun pengembangan diri
  3. Berbagi informasi secara efektif
  4. Mempersingkat waktu dan memangkas biaya


Rangkuman Materi SKD TKP : Sosial Budaya



Berdasarkan kisi-kisi SKD CPNS sesuai PermenPAN RB Nomor 23 Tahun 2019, Sosial Budaya, bertujuan mampu beradaptasi dan bekerja secara efektif dalam masyarakat majemuk (terdiri atas beragam agama, suku, budaya, dan sebagainya).

Masyarakat indonesia adalah masyarakat majemuk, yang hidup tersebar diseluruh tanah air, yang memiliki berbagai macam ragam budaya. Sehingga menimbulkan keanekaragaman institusi dalam masyarakat.

Bhineka Tunggal Ika, diterjemahkan sebagai “Berbeda-beda itu satu”. Artinya, bahwa di dalam realitas kehidupan yang amat beragam, yang ditandai oleh perbedaan-perbedaan lahiriah, akan tetapi tetap mampu membangun suasana rukun untuk mewujudkan satu tujuan hidup bersamadalam satu kesatuan bangsa dan satu kesatuan kesatuan wilayah Negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kesatuan di sini merupakan hasil konsesus atau kesepakatan bersama dari segenap komponen bangsa Indonesia untuk mengatasi kerawanan-kerawanan sebagai akibat siafat-sifat yang melekat pada keberagaman itu.

Pola Tindak Sistem Sosial Budaya Indonesia

  1. Gotong Royong
    Persatuan dan kesatuan hanya terwujud melalui gotong royong, suatu sikap kebersamaan dan tenggang rasa, baik dalam duka maupun suka, kehidupan keluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  2. Prasaja
    Keadilan sosial bagi seluruh masyarakat tidak akan terwujud apabila kehidupan yang sederhana, hemat, cermat, disiplin, professional, dan tertib tidak dilaksanakan.
  3. Musyarawah untuk Mufakat
    Mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan golongan atau perorangan dapat menemui perbedaan yang tidak yang tidak diakhiri dengan perpecahan atau perpisahan, maupun pertentangan.
  4. Kesatria
    Persatuan dan kesatuan, maupun keadilan sosial tidak dapat terwujud tanpa keberanian, kejujuran, kesetiaan, pengabdian, dan perjuangan yang tidak mengenal menyerah demi kehidupan bersama.
  5. Toleransi
    Penerapan Bhinneka tunggal ika yang selanjutnya adalah menegakkan sikap toleransi, sikap ini bisa anda terapkan dalam menerapkan sikap toleransi beragama. Di Indonesia sendiri banyak agama yang diperbolehkan, disini anda bisa toleransi terhadap kepercayaan masyarakat lainnya.
  6. Menegakkan Sikap Pluralisme
    Bentuk penerapan Bhinneka tunggal ika yang terakhir adalah dengan menegakkan sikap pluralisme, dimana pluralisme sendiri merupakan sikap tahu, percaya, paham, ataupun mengerti bahwa perbedaan dan keragaman adalah hal yang wajar. Di Indonesia sendiri sikap ini sangat diperlukan untuk keberlangsungan keutuhan wilayah yang ada di Negara Indonesia.
  7. Perilaku Inklusif
    Seseorang haruslah menganggap bahwa dirinya sedang berada di dalam suatu populasi yang luas, sehingga dia tidak melihat dirinya melebihi dari yang lain. Begitu juga dengan kelompok. Kepentingan bersama lebih diutamakan daripada sebuah keuntungan pribadi atau kelompoknya.


Rangkuman Materi SKD TKP : Jejaring Kerja



Berdasarkan kisi-kisi SKD CPNS sesuai PermenPAN RB Nomor 23 Tahun 2019, Jejaring Kerja, bertujuan mampu membangun dan membina hubungan, bekerja sama, berbagi informasi dan berkolaborasi dengan orang lain secara efektif.

Jejaring Kerja adalah salah satu kegiatan penting dalam berorganisasi yang pada dasarnya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efektif dan efisien. Dengan melakukan koordinasi dan kolaborasi antar bagian dari satu organisasi atau dengan organisasi lain, akan memudahkan setiap individu mengatasi masalah untuk tujuan bersama.

Dalam era globalisasi, adalah suatu kenyataan bahwa tidak ada satu entitas yang mampu berdiri sendiri terpisah dari entitas yang lain. Secara garis besar, kita sangat membutuhkan Jejaring Kerja (networking) untuk menjadikan kehidupan kita lebih sukses. Meskipun kita berada di era modern, dimana segala sesuatu dapat dikendalikan dengan tehnologi mutakhir, tetapi kesuksesan lembaga atau organisasi masih sangat bergantung pada keberhasilan menciptakan Jejaring Kerja (networking). Dengan kata lain, menjalin hubungan sosial dengan siapa pun menjadi bagian penting dalam segala aktivitas kehidupan setiap organisasi.

Membangun jejaring kerja (kemitraan) pada hakekatnya adalah sebuah proses membangun komunikasi atau hubungan, berbagi ide, informasi dan sumber daya atas dasar saling percaya (trust) dan saling menguntungkan diantara pihak-pihak yang bermitra yang dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman atau kesepakatan guna mencapai kesuksesan bersama yang lebih besar. Dari definisi di atas dapat dijelaskan bahwa membangun Jejaring Kerja (kemitraan) dapat dilakukan jika pihak-pihak yang bermitra memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Ada dua pihak atau lebih organisasi/lembaga
  2. Memiliki kesamaan visi dalam mencapai tujuan organisasi/lembaga
  3. Ada kesepakatan/kesepahaman
  4. Saling percaya dan membutuhkan
  5. Komitmen bersama untuk mencapai tujuan yang lebih besar

Prinsip dalam Membangun Jejaring Kerja (Kemitraan)

  1. Kesamaan visi-misi
    Kemitraan hendaknya dibangun atas dasar kesamaan visi dan misi dan tujuan organisasi. Kesamaan dalam visi dan misi menjadi motivasi dan perekat pola kemitraan. Dua atau lebih lembaga dapat bersinergi untuk mencapai tujuan yang sama.
  2. Kepercayaan (trust)
    Setelah ada kesamaan visi dan misi maka prinsip berikutnya yang tidak kalah penting adalah adanya rasa saling percaya antar pihak yang bermitra. Oleh karena itu kepercayaan adalah modal dasar membangun jejaring dan kemitraan. Untuk dapat dipercaya maka komunikasi yang dibangun harus dilandasi itikad (niat) yang baik dan menjunjung tinggi kejujuran.
  3. Saling menguntungkan
    Asas saling menguntungkan merupakan fondasi yang kuat dalam membangun kemitraan. Jika dalam bermitra ada salah satu pihak yang merasa dirugikan, merasa tidak mendapat manfaat lebih, maka akan menggangu keharmonisan dalam bekerja sama. Antara pihak yang bermitra harus saling memberi kontribusi sesuai peran masing-masing dan merasa diuntungkan.
  4. Efisiensi dan efektivitas
    Dengan mensinergikan beberapa sumber untuk mencapai tujuan yang sama diharapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu, biaya dan tanaga. Efisiensi tersebut tentu saja tidak mengurangi kualitas proses dan hasil. Justru sebaliknya dapat meningkatkan kualitas proses dan produk yang dicapai. Tingkat efektifitas pencapaian tujuan menjadi lebih tinggi jika proses kerja kita melibatkan mitra kerja. Dengan kemitraan dapat dicapai kesepakatan-kesepakatan dari pihak yang bermitra tentang siapa melakukan apa sehingga pencapaian tujuan menjadi lebih efektif.
  5. Komunikasi timbal balik
    Komunikasi timbal balik atas dasar saling menghargai satu sama lain merupakan fondamen dalam membangun kerjasama. Tanpa komunikasi timbal balik maka akan terjadi dominasi satu terhadap yang lainnya yang dapat merusak hubungan yang sudah dibangun.
  6. Komitmen yang kuat
    Jejaring Kerja sama akan terbangun dengan kuat dan permanen jika ada komitmen satu sama lain terhadap kesepakatan-kesepakatan yang dibuat bersama.



Rangkuman Materi SKD TKP : Pelayanan Publik



Berdasarkan kisi-kisi SKD CPNS sesuai PermenPAN RB Nomor 23 Tahun 2019, Pelayanan publik, bertujuan mampu menampilkan perilaku keramahtamahan dalam bekerja yang efektif agar bisa memenuhi kebutuhan dan kepuasan orang lain sesuai dengan tugas dan wewenang yang dimiliki.

tkp cpns pelayanan publik

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik menjelaskan bahwa Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Tiga unsur penting dalam pelayanan publik, yaitu pertama, organisasi penyelenggara pelayanan publik, kedua, penerima layanan (pelanggan) yaitu orang, masyarakat atau organisasi yang berkepentingan, dan ketiga, kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh penerima layanan (pelanggan).

Budaya pelayanan merupakan cerminan dari praktek komunikasi yang dibangun antara pemberi layanan dan penerima layanan. Komunikasi yang terjadi mempunyai andil dalam membangun iklim organisasi, juga berdampak pada membangun budaya organisasi (Organization Culture) dalam memberikan pelayanan, yaitu nilai dan kepercayaan yang menjadi titik pusat organisasi. Karena itu merupakan satu hal yang sangat penting untuk terus memelihara dan mengembangkan budaya pelayanan. Sebuah budaya yang kuat akan mewarnai sifat hubungan antar instansi atau organisasi pemberi pelayanan dengan pelanggannya. Budaya pelayanan dibentuk oleh sikap karyawannya serta manajemen organisasi pemberi pelayanan. Sikap pelayanan dapat digambarkan melalui 7P sebagai berikut:

  • Passionate (Sangat bergairah = Bersemangat, Antusias)
  • Progressive (Memakai cara yang terbaik = termaju)
  • Proactive (Antisipatif, proaktif dan tidak menunggu)
  • Prompt (Positif = tanpa curiga dan kekhawatiran)
  • Patience (Penuh rasa kesabaran)
  • Proporsional (Tidak mengada-ada)
  • Punctional (Tepat waktu)

Sikap pelayanan bagi Pegawai ASN berarti pengabdian yang tulus terhadap bidang kerja dan yang paling utama adalah kebanggaan atas pekerjaan. Sikap Saudara dapat menggambarkan instansi/ organisasi Saudara. Saudara adalah perwakilan organisasi secara langsung maupun tidak langsung. Karena itu budaya pelayanan dalam birokrasi pemerintahan akan sangat ditentukan oleh sikap pelayanan yang ditunjukkan oleh Pegawai ASN.

Prinsip-Prinsip Pelayanan Publik

Sebagai seorang ASN, perlu mengetahui bahwa pelayanan publik yang baik juga didasarkan pada prinsip-prinsip yang digunakan untuk merespon berbagai kelemahan yang melekat pada tubuh birokrasi. Berbagai literatur administrasi publik menyebut bahwa prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah:

  • Partisipatif. Dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat pemerintah perlu melibatkan masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya.
  • Transparan. Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik harus menyediakan akses bagi warga negara untuk mengetahui segala hal yang terkait dengan pelayanan publik yang diselenggarakan tersebut, seperti: persyaratan, prosedur, biaya, dan sejenisnya. Masyarakat juga harus diberi akses yang sebesar-besarnya untuk mempertanyakan dan menyampaikan pengaduan apabila mereka merasa tidak puas dengan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah.
  • Responsif. Dalam penyelenggaraan pelayanan publik pemerintah wajib mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya. Tidak hanya terkait dengan bentuk dan jenis pelayanan publik yang mereka butuhkan akan tetapi juga terkait dengan mekanisme penyelenggaraan layanan, jam pelayanan, prosedur, dan biaya penyelenggaraan pelayanan. Sebagai klien masyarakat, birokrasi wajib mendengarkan aspirasi dan keinginan masyarakat yang menduduki posisi sebagai agen.
  • Tidak diskriminatif. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak boleh dibedakan antara satu warga negara dengan warga negara yang lain atas dasar perbedaan identitas warga negara, seperti: status sosial, pandangan politik, entitas, agama, profesi, jenis kelamin atau orientasi seksual, difabel, dan lainnya.
  • Mudah dan Murah. Penyelenggaraan pelayanan publik dimana masyarakat harus memenuhi berbagai persyaratan dan membayar fee untuk memperoleh layanan yang mereka butuhkan harus diterapkan prinsip mudah, artinya berbagai persyaratan yang dibutuhkan tersebut masuk akal dan mudah untuk dipenuhi. Murah dalam arti biaya yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut terjangkau oleh seluruh warga negara. Hal ini perlu ditekankan karena pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak dimaksudkan untuk mencari keuntungan melainkan untuk memenuhi mandat konstitusi.
  • Efektif dan Efisien. Penyelenggaraan pelayan publik harus mampu mewujudkan tujuan-tujuan yang hendak dicapainya (untuk melaksanakan mandat konstitusi dan mencapai tujuan-tujuan strategis negara dalam jangka panjang) dan cara mewujudkan tujuan tersebut dilakukan dengan prosedur yang sederhana, tenaga kerja yang sedikit, dan biaya yang murah.
  • Aksesibel. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah harus dapat dijangkau oleh warga negara yang membutuhkan dalam arti fisik (dekat, terjangkau dengan kendaraan publik, mudah dilihat, gampang ditemukan, dan lain-lain.) dan dapat dijangkau dalam arti non-fisik yang terkait dengan biaya dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut.
  • Akuntabel. Penyelenggaraan pelayanan publik dilakukan dengan menggunakan fasilitas dan sumber daya manusia yang dibiayai oleh warga negara melalui pajak yang mereka bayar. Oleh karena itu semua bentuk penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dipertanggung-jawabkan secara terbuka kepada masyarakat. Pertanggungjawaban di sini tidak hanya secara formal kepada atasan (pejabat atau unit organisasi yang lebih tinggi secara vertikal) akan tetapi yang lebih penting harus dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat luas melalui media publik baik cetak maupun elektronik. Mekanisme pertanggungjawaban yang demikian sering disebut sebagai social accountability.
  • Berkeadilan. Penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah memiliki berbagai tujuan. Salah satu tujuan yang penting adalah melindungi warga negara dari praktik buruk yang dilakukan oleh warga negara yang lain. Oleh karena itu penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dijadikan sebagai alat melindungi kelompok rentan dan mampu menghadirkan rasa keadilan bagi kelompok lemah ketika berhadapan dengan kelompok yang kuat.

Etiket Pelayanan Publik

Etiket mengajarkan kita untuk memelihara hubungan baik, bahkan memikirkan kepentingan dan keinginan orang lain. Pemahaman tentang etiket dapat dijadikan alat pengendali. Hal ini juga membuat diri kita disegani, dihormati, disenangi, percaya diri, dan mampu memelihara suasana yang baik di lingkungan.

Etiket pelayanan yang perlu diperhatikan oleh ASN terhadap pengguna jasa pada umumnya adalah sebagai berikut:

  • Sikap / perilaku
  • Ekspresi wajah
  • Penampilan
  • Cara berpakaian
  • Cara berbicara
  • Cara mendengarkan
  • Cara bertanya

Beberapa kata kunci yang perlu diketahui dan dilaksanakan dalam praktek pelayanan kepada pengguna jasa antara lain:

  • Atensi
  • Senyum
  • Salam
  • Tolong
  • Maaf
  • Terima kasih


Soal Latihan dan Pembahasan TKP : Tes Skala Kematangan (Bagian 5)



Soal Latihan dan Pembahasan TKP : Tes Skala Kematangan

 

41. Pada saat menghadapi tugas yang berat dan menuntut kemampuan tinggi, maka saya….

  1. Mengerjakan sebisanya.
  2. Berusaha mencari penyelesaian yang tidak membutuhkan waktu panjang
  3. Berusaha sedikit demi sedikit untuk menyelesaikan walaupun memerlukan waktu panjang.
  4. Meminta teman untuk membantu mengerjakan tugas tersebut.
  5. Menyuruh teman untuk menyelesaikan tugas baru tersebut.

 

42. Sudah beberapa kali teman meminjam barang saya dan dikembalikan dalam keadaan rusak. Yang harus saya lakukan adalah…

  1. Mengabaikannya, karena masalah kecil.
  2. Merasa tidak enak untuk menegur.
  3. Membiarkan, daripada kehilangan teman
  4. Memarahinya
  5. Memintanya untuk memperbaikinya

 

43. Telah terjadi kesalahpahaman antara saya dan teman sekantor. Maka saya…

  1. Mengabaikannya, karena masalah kecil.
  2. Tidak peduli
  3. Biar saja asal tidak mengganggu pekerjaan.
  4. Merasa takut akan kehilangan teman.
  5. Berusaha mencari informasi permasalahan yang sebenarnya dan berusaha menyelesaikannya.

 

44. Ketika sedang mengerjakan tugas bersama yang harus selesai pada hari itu juga, seorang teman meninggalkan terlebih dulu, maka saya…

  1. Memaksanya untuk tetap tinggal.
  2. Membiarkan saja
  3. Membujuknya untuk menyelesaikannya
  4. Memintanya untuk mempertimbangkan
  5. Meminta pertimbangan teman yang lain

 

45. Dalam menyelesaikan sesuatu biasanya saya menggunakan cara yang ….

  1. Biasa saya gunakan dipadu dengan cara orang lain.
  2. Sudah menjadi kebiasaan saya
  3. Terlintas di pikiran saat itu
  4. Biasa digunakan orang lain
  5. Baru dan belum banyak yang menggunakan.

 

46. Menurut saya, orang yang kehilangan kesempatan mengembangkan usahanya lebih disebabkan karena …

  1. Bertahan pada cara yang telah ada
  2. Berfikir mencoba usaha lain
  3. Menunggu bantuan pihak lain
  4. Menunda ketika melihat resikonya
  5. Mundur begitu melihat resikonya

 

47. Saya berhasil mengatasi tantangan terutama karena saya …

  1. Nasib baik ada di tangan saya
  2. Mendapat bantuan dari teman
  3. Berani mencoba hal- hal yang tidak beresiko.
  4. Berani mencoba dengan segala resiko.
  5. Tidak putus asa menghadapi kegagalan

 

48. Ketika memutuskan suatu tindakan yang berakibat buruk pada diri saya, maka saya…

  1. Menerima penuh segala resikonya
  2. Menyesali secara berkepanjangan keputusan tersebut.
  3. Menyalahkan orang lain yang membantu.
  4. Menerima akibatnya dengan setengah menyesal.
  5. Menyayangkan teman yang tidak mengingatkan saya.

 

49. Apabila ada teman yang menilai saya jelek, maka saya akan….

  1. Sedih
  2. Tidak peduli
  3. Mawas diri
  4. Mencari kejelekan teman tersebut
  5. Mendatanginya untuk meminta penjelasan.

 

50. Ketika berhasil dalam tugas, saya akan….

  1. Tidak perlu berusaha lagi
  2. Tidak peduli lagi untuk berusaha
  3. Tidak perlu lagi untuk berusaha
  4. Tetap berusaha sekuat tenaga
  5. Berusaha sesuai kondisi

 

Sekian dulu ya Soal Latihan dan Pembahasan TKP : Tes Skala Kematangan (Bagian 5), silahkan lihat bagian lainnya ya
Terimakasih 🙂



Soal Latihan dan Pembahasan TKP : Tes Skala Kematangan (Bagian 4)



Soal Latihan dan Pembahasan TKP : Tes Skala Kematangan

 

31. Ketika sedang melakukan presentasi, saya mendapat pesan singkat (SMS), bahwa anak saya diopname di rumah sakit, reaksi saya adalah…

  1. Menghentikan presentasi dan langsung menuju rumah sakit.
  2. Mencari tahu tentang kondisi anak saya kemudian memutuskan tetap presentasi atau ke rumah sakit;
  3. Membalas pesan dan melanjutkan presentasi.
  4. Melanjutkan presentasi.
  5. Menghentikan presentasi dan mencari tahu kondisi anak saya

 

32. Kondisi kerja yang paling saya harapkan adalah kondisi yang ….

  1. Menghasilkan tambahan penghasilan bagi saya.
  2. Menyediakan stabilitas pekerjaan kepada saya.
  3. Memberikan kemungkinan promosi jabatan kepada saya.
  4. Memberikan kesempatan beraktualisasi diri
  5. Memotivasi saya untuk bekerja lebih giat.

 

33. Saya dipercaya untuk mengelola kegiatan yang belum dipublikasikan dan masih harus dijaga kerahasiaannya. Ketika saya berada di antara temen- teman dekat di kantor, saya…

  1. Suka menerima masukan demi masukan untuk pengembangan tugas baru saya.
  2. Membicarakan hal lain yang tidak ada hubungannya dengan tugas baru saya
  3. Membatasi pembicaraan agar tidak membicarakan tugas baru saya.
  4. Merasa gelisah dan kurang senang bila mereka membicarakan tugas baru saya.
  5. Akan mengalihkan ke pembicaraan lain apabila mereka sudah mulai menyinggung tugas baru saya.

 

34. Kerja keras dan cermat merupakan wujud upaya untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi organisasi. Berkaitan dengan hal tersebut, saya senang …

  1. Bekerja dengan standar hasil tinggi.
  2. Pekerjaan yang menumbuhkan kreatifitas baru.
  3. Pekerjaan yang rutin.
  4. Pekerjaan yang menantang.
  5. Bekerja tanpa mengenal lelah dan pamrih

 

35. Dalam menyelesaikan tugas yang diberikan kepada saya , saya …..

  1. Selalu mencari alternatif lain agar tidak mengambil keputusan sendiri.
  2. Tidak berani mengambil keputusan sendiri.
  3. Selalu menunggu keputusan pimpinan.
  4. Berani mengambil keputusan karena tugas tersebut telah diberikan kepada saya.
  5. Menyadari bahwa keputusan pimpinan diperlukan jika keputusan tersebut diluar wewenang saya.

 

36. Kantor tempat saya bekerja mengalami pergantian kepala kantor. Saya sangat dekat dengan kepala kantor lama. Tindakan saya…

  1. Pergantian pimpinan adalah hal wajar.
  2. Berusaha dekat dengan kepala yang baru.
  3. Tidak berusaha dekat dengan kepala yang baru karena takut dianggap penjilat
  4. Berusaha mengenal pribadi kepala baru tersebut dan menyesuaikan diri dengan cara kerja yang dijalankan.
  5. Bekerja dengan setengah hati.

 

37. Dalam perjalanan ke kantor, kendaraan umum yang saya naiki tiba- tiba mogok di jalan. Yang harus saya lakukan adalah…

  1. Berusaha ke kantor dengan berjalan kaki sedapatnya.
  2. Menunggu kendaraan selesai diperbaiki.
  3. Berusaha mencari tumpangan untuk ke kantor.
  4. Mengabari teman di kantor minta untuk dijemput.
  5. Memarahi pengemudi kendaraan karena tidak memperhatikan kendaraan.

 

38. Untuk mencapai tujuan yang saya harapkan, saya akan ….

  1. Berusaha dengan sekeras- kerasnya.
  2. Menyerahkan pada nasib.
  3. Meminta bantuan orang lain.
  4. Berusaha seadanya.
  5. Berusaha sesuai kemampuan dengan target yang jelas.

 

39. Ide- ide yang saya kemukakan dihadapan orang banyak biasanya dianggap sebagai gagasan yang….

  1. Umum
  2. Jauh ke depan
  3. Usang
  4. Biasa saja
  5. Besar

 

40. Atasan tiba-tiba memberikan tugas kepada saya, padahal saat itu saya sedang mengerjakan pekerjaan lain. Yang harus saya lakukan adalah …

  1. Menunda tugas tersebut karena deadline- nya masih lama.
  2. Meninggalkan tugas yang lama dan mengerjakan tugas tersebut.
  3. Meminta teman mengerjakan tugas lama, kemudian mengerjakan tugas baru .
  4. Meminta teman untuk membantu mengerjakan tugas tersebut.
  5. Segera menyelesaikan tugas saya dan kemudian menyelesaikan tugas tersebut.

 

Sekian dulu ya Soal Latihan dan Pembahasan TKP : Tes Skala Kematangan (Bagian 4), silahkan lihat bagian lainnya ya
Terimakasih 🙂



Soal Latihan dan Pembahasan TKP : Tes Skala Kematangan (Bagian 3)



Soal Latihan dan Pembahasan TKP : Tes Skala Kematangan

 

21. Saya ditawarkan oleh pimpinan untuk melanjutkan studi di provinsi lain atas biaya kantor. Saat ini saya baru saja dikaruniai bayi kembar yang masih membutuhkan perhatian saya. Keputusan saya adalah …

  1. Menolak tawaran tersebut
  2. Menerima tawaran tersebut dengan konsekuensi mengikutkansertakan keluarga
  3. Menerima tawaran tersebut dengan permohonan agar keluarga dapat ikut saya dengan tambahan biaya hidup
  4. Menolak tawaran tersebut namun mohon kebijakan pimpinan jika ada kesempatan lagi saya dapat diikutkan
  5. Menerima tawaran tersebut dan dengan berat hati meninggalkan keluarga

 

22. Menurut saya, sepuluh tahun setelah saya diangkat sebagai PNS, saya akan menjadi …

  1. Pejabat struktural atau tenaga fungsional yang profesional dalam bidangnya
  2. Bukan PNS lagi
  3. PNS masih sebagai pelaksana di unit yang pertama kali saya diterima
  4. Belum tahu karena sepenuhnya tergantung pada nasib
  5. PNS masih sebagai pelaksana di unit lain yang sesuai dengan kompetensi saya

 

23. Ketika muncul suatu masalah dalam pekerjaan yang kebetulan ada kaitannya dengan hal-hal yang menjadi kewajiban saya, maka saya …

  1. Mencari kambing hitam penyebab masalah
  2. Akan bertanggung jawab
  3. Membiarkan masalah tetap berlangsung
  4. Melihat dulu apakah saya sebagai sumber masalah
  5. Melihat sejauh mana apakah saya terlibat di dalamnya

 

24. Saya sedang mengerjakan pekerjaan kantor, yang harus selesai besok pagi. Tiba-tiba teman datang dengan wajah cemberut dan tampaknya ingin mengeluarkan isi hatinya kepada saya. Sikap saya …

  1. Memohon kepadanya untuk tidak mengganggu saya karena sedang sibuk
  2. Meninggalkan pekerjaan saya dan mendengarkan ceritanya dengan penuh perhatian
  3. Meninggalkan pekerjaan serta memberi berbagai alternatif penyelesaian
  4. Tetap mengerjakan sambil mendengarkan ceritanya
  5. Meneruskan pekerjaan dan berusaha untuk tidak memperdulikan keinginan teman saya

 

25. Hari ini adalah hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran …

  1. Saya akan ijin menambah satu hari libur lagi, karena silaturahmi belum selesai.
  2. Dengan alasan yang masuk akal saya akan minta ijin karena ada hal yang penting
  3. Masuk kerja, karena waktu libur habis
  4. Masuk kerja seperti biasa meskipun dikantor hanya duduk-duduk
  5. Dengan senang hati masuk kerja, mengingat pelayanan masyarakat lebih penting dari kepentingan pribadi

 

26. Organisasi sedang mengalami permasalahan internal seputar manajemen keuangan. Pendapat saya terhadap kondisi ini adalah …

  1. Saya akan menjaga kerahasiaan permasalahan yang terjadi dan mencoba memberikan alternatif solusi kepada pimpinan
  2. Seharusnya pimpinan puncak dapat menindak tegas yang terlibat dalam masalah ini
  3. Tidak mempersoalkan masalah tersebut karena bukan bagian tugas saya
  4. Pastikan bahwa kepala keuangan bertanggungjawab penuh terhadap masalah ini
  5. Perlu membeberkan permasalah kepada seluruh jajaran organisasi

 

27. Saya ingin rekan-rekan kerja saya melihat kualitas diri saya yang terbaik sebagai seorang yang …

  1. Inovatif
  2. Disiplin dan penurut
  3. Mampu beradaptasi dan ramah
  4. Dapat memutuskan sendiri dan realistis
  5. Percaya diri dan mandiri

 

28. Apabila anda diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil dan sudah bekerja, apakah ada kemungkinan untuk membuat lamaran kerja baru diluar instansi anda?

  1. Ya
  2. Tidak
  3. Jika ada prospek yang lebih menjanjikan kenapa tidak !
  4. Tergantung situasi dan kondisi
  5. Tidak selama gaji dan kesejahteraan mencukupi

 

29. Pimpinan kantor menggelar rapat kerja membahas penyusunan rencana kerja untuk tahun anggaran depan. Setiap pegawai diharapkan mempersiapkan usulan untuk kegiatan tahun depan. Respon saya adalah …

  1. Berminat mengajukan suatu ide kegiatan yang akan dilaksanakan meskipun nantinya ide tersebut tidak diterima
  2. Tidak berminat sama sekali untuk mengajukan suatu ide kegiatan
  3. Akan mengajukan suatu ide kegiatan jika diminta oleh pimpinan
  4. Mungkin berminat mengajukan suatu ide kegiatan yang akan dilaksanakan tergantung situasi dan kondisi
  5. Ragu-ragu mengajukan suatu ide kegiatan karena akan kecewa jika tidak diterima

 

30. Saya ditugaskan pimpinan untuk menjadi notulen dalam rapat Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan. Respon saya adalah …

  1. Berusaha menghindari rekan yang membujuk untuk mengetahui hasil keputusan rapat
  2. Dengan bangga saya akan menceritakan kepada rekan sejawat saya hasil keputusan rapat
  3. Memberitahukan anggota keluarga tentang hasil keputusan rapat
  4. Memberitahu sahabat saya dikantor tentang hasil keputusan rapat
  5. Tidak membocorkan hasil keputusan rapat karena bukan wewenang saya

 

Sekian dulu ya Soal Latihan dan Pembahasan TKP : Tes Skala Kematangan (Bagian 3), silahkan lihat bagian lainnya ya
Terimakasih 🙂



Soal Latihan dan Pembahasan TKP : Tes Skala Kematangan (Bagian 2)



Soal Latihan dan Pembahasan TKP : Tes Skala Kematangan

 

11. Saya mendapat teguran langsung dari pimpinan atas kesalahan yang bukan hanya saya seorang diri sebagai pelakunya. Reaksi saya adalah …

  1. Membantah secara tegas agar pada kesempatan lain pimpinan tidak semena-mena menyalahkan
  2. Diam saja, karena membantah hanya akan menambah rumit permasalahan
  3. Menerima teguran tersebut dan mencoba menjadikannya sebagai pelajaran berharga, tetapi tetap mengadukan pegawai lain yang turut bersalah agar saya tidak menjadi korban seorang diri
  4. Mengadukan pegawai lain yang juga bersalah agar mereka juga bisa belajar dari kejadian ini
  5. Menerima teguran tersebut dan mecoba menjadikannya sebagai pelajaran berharga tanpa perlu mengadukan pegawai lain yang turut bersalah

 

12. Dalam rapat staf dan pimpinan, pendapat saya dikritik keras oleh peserta rapat lainnya. Respon saya adalah …

  1. Mencoba sekuat tenaga mempertahankan pendapat saya
  2. Menyerang semua peserta yang mengeritik pendapat saya
  3. Mencoba mempelajari kritikan tersebut dan berbalik mengkritik dengan tajam
  4. Menerima kritikan tersebut sebagai masukan
  5. Diam saja

 

13. Salah seorang rekan kerja saya mendapat promosi sedangkan menurut penilaian saya, kemampuannya tidak lebih baik dari saya. Respon saya adalah …

  1. Menggunakan berbagai cara agar dapat menggeserkan posisi rekan tersebut
  2. Bekerja lebih giat dan menunjukkan kinerja terbaik saya
  3. Menghadap pimpinan dan memprotes promosi tersebut
  4. Ikut merasa senang dan tetap bekerja seperti biasa
  5. Menerima keadaan tersebut tetapi tidak akan mengikuti perintah rekan tersebut

 

14. Dari sekian pegawai di kantor, saya merasa beban tugas terberat ada pada saya dan saya merasa stres karena dikejarkejar deadline. Respon saya adalah …

  1. Mengerjakan semua tugas dengan senang hati dan berusaha memenuhi target deadline
  2. Hanya mengerjakan tugas yang saya senangi
  3. Mengkonsumsi obat suplemen agar mendongkrak tenaga saya untuk menyelesaikan semua tugas
  4. Mengerjakan semua tugas,meskipun sangat terbebani
  5. Mengerjakan semua tugas setengahsetengah saja, yang penting sudah dianggap bertanggung-jawab

 

15. Menurut anda apa pendapat anda tentang rekan kerja ?

  1. Mereka bukan tim kerja yang membanggakan
  2. Saya tidak sependapat dengan mereka
  3. Mereka adalah teman yang baik dan selalu membimbing saya
  4. Mereka adalah rekan kerja yang menyenangkan
  5. Mereka adalah sahabat dan rekan kerja yang profesional

 

16. Saya ditugaskan untuk memimpin tim kerja dengan batas waktu yang sangat ketat. Anggota tim kerja memperlihatkan sikap tidak peduli dengan tugas yang diemban. Sikap saya adalah :

  1. Bekerja sendiri yang penting tugas selesai
  2. Mengancam mengeluarkan anggota yang tidak serius dari tim kerja
  3. Melaporkan mereka pada pimpinan agar diberi sanksi
  4. Membagi tugas secara adil dan memotivasi anggota untuk menyelesaikannya
  5. Menasehati mereka agar sadar akan penyelesaian tugas yang diembannya

 

17. Setiap hari kerja saya masuk kantor paling cepat dibandingkan pegawai lainnya. Yang saya lakukan setelah tiba adalah …

  1. Masuk ke ruangan dan membaca koran
  2. Santai di luar gedung kantor untuk menikmati udara pagi
  3. Masuk ke ruangan dan mengobrol dengan rekan sejawat
  4. Masuk ke ruangan dan membuat rencana kerja
  5. Masuk ke ruangan dan memulai pekerjaan yang tertunda kemarin

 

18. Saya diminta untuk lembur kerja sedangkan saya sudah berjanji kepada anak saya untuk mengantarnya ke pesta ulang tahun sahabatnya. Sikap saya adalah …

  1. Pulang dengan diam-diam, tanpa sepengetahuan pimpinan
  2. Berpura-pura sakit agar dapat diizinkan untuk segera pulang
  3. Menghubungi anak saya menjelaskan bahwa saya akan sedikit terlambat menemuinya
  4. Tinggal bekerja lembur
  5. Meminta izin pimpinan mengantar anak saya kemudian kembali ke kantor untuk bekerja lembur

 

19. Bagi saya untuk menjadi pegawai negeri sipil yang sukses, saya harus melakukan …

  1. Mengikuti perintah dan arahan pimpinan secara loyal dan penuh kepatuhan
  2. Melakukan pekerjaan yang terbaik dengan standar kinerja yang tinggi
  3. Mengembangkan hal-hal baru yang belum pernah diciptakan sebelumnya
  4. Menciptakan hubungan baik dengan setiap orang, rekan kerja dan pimpinan
  5. Bekerja sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pimpinan

 

20. Menurut saya, bekerja merupakan upaya untuk meraih kesuksesan. Untuk itu upaya saya adalah …

  1. Bekerja dengan cermat dan berusaha menjadi terbaik dan diakui
  2. Berusaha menyingkirkan orang yang saya anggap menghalangi upaya saya
  3. Bekerja sepenuh hati
  4. Bekerja sampai larut malam
  5. Bekerja berdasarkan kontrak kinerja

 

Sekian dulu ya Soal Latihan dan Pembahasan TKP : Tes Skala Kematangan (Bagian 2), silahkan lihat bagian lainnya ya
Terimakasih 🙂