All posts by Clarymond Simbolon

Materi dan Soal SKD (TWK, TIU, TKP)



Materi SKD – Yuk belajar bareng SKD! Ada rangkuman materi, contoh soal dan pembahasannya, tryout, ebook TWK TIU TKP, dan bahan SKD lainnya. Gratis 100%.

Kisi-kisi SKD Terbaru

Materi dan Contoh Soal SKD

Materi TWK Nasionalisme

Materi TWK Konstitusi dan UUD 1945

Materi TWK Pancasila dan Lambang Negara

Contoh Soal TWK Bahasa Indonesia

Contoh Soal TIU Verbal Silogisme

Contoh Soal TIU Verbal Analogi

Contoh Soal TIU Verbal Sinonim

Contoh Soal TIU Numerik Deret Angka

Materi TKP Pelayanan Publik

Materi TKP Jejaring Kerja

Materi TKP Sosial Budaya

Materi TKP Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Materi TKP Profesionalisme



Rangkuman Materi SKD TWK : Nasionalisme



Rangkuman Nasionalisme – Salah satu materi pokok TWK yang diujikan dalam SKD adalah Nasionalisme. Sebagai ASN, kita dituntut memiliki pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan Nasionalisme dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi didalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

Sebenarnya bahasan mengenai Nasionalisme ini sangat luas. Sehingga akan saya bagi kedalam beberapa artikel. Pada artikel ini kita akan mempelajari pengertian dasar nasionalisme, sehingga diharapkan kita mampu mengerti makna Nasionalisme dan mengimplementasikannya.

materi twk nasionalisme

Apa itu Nasionalisme

Makna nasionalisme secara politis merupakan manifestasi kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau mengenyahkan penjajahan maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat, bangsa dan negaranya.

Kita sebagai warga negara Indonesia, sudah tentu merasa bangga dan mencintai bangsa dan negara Indonesia. Kebanggaan dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara tidak berarti kita merasa lebih hebat dan lebih unggul daripada bangsa dan negara lain.

Nasionalisme berlebihan?

Kita tidak boleh memiliki semangat nasionalisme yang berlebihan (chauvinisme) tetapi kita harus mengembangkan sikap saling menghormati, menghargai dan bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain.

Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Sikap seperti ini jelas mencerai beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Keadaan seperti ini sering disebut chauvinisme. Sedang dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.

Nasionalisme Pancasila

Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa:

  • menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan
  • menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara
  • bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri
  • mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa
  • menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia
  • mengembangkan sikap tenggang rasa.

Rasa Kebangsaan

Rasa kebangsaan adalah kesadaran berbangsa, yakni rasa yang lahir secara alamiah karena adanya kebersamaan sosial yang tumbuh dari kebudayaan, sejarah, dan aspirasi perjuangan masa lampau, serta kebersamaan dalam menghadapi tantangan sejarah masa kini.

Dinamisasi rasa kebangsaan ini dalam mencapai cita-cita bangsa berkembang menjadi wawasan kebangsaan, yakni pikiran-pikiran yang bersifat nasional dimana suatu bangsa memiliki cita-cita kehidupan dan tujuan nasional yang jelas. Berdasarkan rasa dan paham kebangsaan itu, timbul semangat kebangsaan atau semangat patriotisme.

Wawasan Kebangsaan

Wawasan kebangsaan mengandung pula tuntutan suatu bangsa untuk mewujudkan jati diri, serta mengembangkan perilaku sebagai bangsa yang meyakini nilai-nilai budayanya, yang lahir dan tumbuh sebagai penjelmaan kepribadiannya.

Wawasan kebangsaan ialah cara pandang bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tentang diri dan lingkungannya dalam mengekspresikan diri sebagai bangsa Indonesia di tengah-tengah lingkungan nusantara itu.

Unsur-unsur dasar wawasan kebangsaan itu ialah: wadah (organisasi), isi, dan tata laku. Dari wadah dan isi wawasan itu, tampak adanya bidang-bidang usaha untuk mencapai kesatuan dan keserasian dalam bidang-bidang: Satu kesatuan bangsa, satu kesatuan budaya, satu kesatuan wilayah, satu kesatuan ekonomi, dan satu kesatuan hankam.

Bagaimana sikap ASN terhadap Nasionalisme?

Setiap pegawai ASN harus memiliki nasional- isme dan wawasan kebangsaan yang kuat dan mampu mengaktualisasikannya dalam pelaksanaan fungsi dan tugasnya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan pemersatu bangsa berlandaskan Pancasila dan UUD tahun 1945.

Nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Bahkan tidak sekedar wawasan saja tetapi kemampuan mengaktualisasikan nasionalisme dalam menjalankan fungsi dan tugasnya merupakan hal yang lebih penting.

Diharapkan dengan nasionalisme yang kuat, maka setiap pegawai ASN memiliki orientasi berpikir mementingkan kepentingan publik, bangsa dan negara. Pegawai ASN akan berpikir tidak lagi sektoral dangan mental blocknya, tetapi akan senantiasa mementingkan kepentingan yang lebih besar yakni bangsa dan negara.

Nilai-nilai yang senantiasa berorientasi pada kepentingan publik (kepublikan) mejadi nilai dasar yang harus dimiliki oleh setiap pegawai ASN. Untuk itu pegawai ASN harus memahami dan mampu mengaktualisasikan Pancasila dan semangat nasionalisme serta wawasan kebangsaan dalam setiap pelaksanaan fungsi dan tugasnya, sesuai bidangnya masing-masing.

Sebagai pelaksana kebijakan publik tentu setiap pegawai ASN harus memiliki nilai-nilai kepublikan, berorientasi pada kepentingan publik dan senantiasa menempatkan kepentingan publik, bangsa dan negara di atas kepentingan lainnya, mengedepankan kepentingan nasional ketimbang kepentingan sektoral dan golongan. Untuk itu pegawai ASN harus memiliki karakter kepublikan yang kuat dan mampu mengaktualisasikannya dalam setiap langkah-langkah pelaksanaan kebijakan publik.

Sebagai pelayan publik, setiap pegawai ASN senantiasa bersikap adil dan tidak diskriminasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mereka harus bersikap profesional dan berintegritas dalam memberikan pelayanan.

Tidak boleh mengejar keuntungan pribadi atau instansinya belaka, tetapi pelayanan harus diberikan dengan maksud memperdayakan masyarakat, menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Untuk itu integritas menjadi penting bagi setiap pegawai ASN. Senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keadilan, tidak korupsi, transparan, akuntabel, dan memuaskan publik.

Adapun fungsinya sebagai perekat dan pemersatu bangsa dan negara, setiap pegawai ASN harus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, memiliki kesadaran sebagai penjaga kedaulatan negara, menjadi pemersatu bangsa mengupayakan situasi damai di seluruh wilayah Indonesia, dan menjaga keutuhan NKRI.

Sekian pembahasan dasar materi TWK Nasionalisme. Setelah mengerti apa itu Nasionalisme, berikutnya Anda perlu mempelajari materi lanjutan. Anda juga bisa mengerjakan soal-soal latihan Nasionalisme yang sudah kami sediakan.

Terimakasih



Rangkuman Materi SKD TKP : Profesionalisme



Berdasarkan kisi-kisi SKD CPNS sesuai PermenPAN RB Nomor 23 Tahun 2019, Profesionalisme, bertujuan mampu melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan tuntutan jabatan.

Profesionalisme merupakan bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab dan komitmen yang tinggi”. Perilaku utama sebagai cerminan dari penerapan nilai profesionalisme terdiri dari dua butir.

Butir pertama adalah “Mempunyai pengetahuan dan keahlian yang luas”. Panduan perilaku utama untuk butir pertama ini adalah sebagai berikut:

  1. Senantiasa meningkatkan kompetensi diri
  2. Bekerja sesuai dengan tugas/fungsi dan profesi/jabatannya
  3. Menyelesaikan pekerjaan dengan efektif dan efisien
  4. Bekerja berorientasi pada outcome (dampak) bukan hanya output (keluaran)

Butir kedua adalah “Bekerja dengan hati”. Panduan perilaku utama untuk butir kedua ini adalah sebagai berikut:

  1. Terbuka atas pendapat atau masukan dari pihak lain
  2. Senantiasa menujukkan antusiasme dan semangat bekerja yang tinggi
  3. Berpikir, bertindak positif serta tulus ikhlas dalam menyelesaikan pekerjaan

Prinsip Profesionalisme

  • Jujur dan bisa dipercaya
  • Menundukkan diri pada nilai-nilai etis
  • Adanya kesetiaan atau loyalitas
  • Mau belajar dari kesalahan
  • Adanya rasa cinta pada pekerjaan
  • Bersikap proaktif
  • Bertanggung jawab


Rangkuman Materi SKD TKP : Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)



Berdasarkan kisi-kisi SKD CPNS sesuai PermenPAN RB Nomor 23 Tahun 2019, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), bertujuan mampu memanfaatkan teknologi informasi secara efektif untuk meningkatkan kinerja.

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang sangat cepat ini tentunya memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Berbagai bidang kehidupan manusia kini mulai menerapkan berbagai perangkat berteknologi baru guna memudahkan komunikasi dan pekerjaan.

Adapun manfaat dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi bagi manusia adalah sebagai berikut :

  1. Berkomunikasi menjadi lebih mudah dan cepat
  2. Memudahkan akses informasi terkait pekerjaan maupun pengembangan diri
  3. Berbagi informasi secara efektif
  4. Mempersingkat waktu dan memangkas biaya


Rangkuman Materi SKD TKP : Sosial Budaya



Berdasarkan kisi-kisi SKD CPNS sesuai PermenPAN RB Nomor 23 Tahun 2019, Sosial Budaya, bertujuan mampu beradaptasi dan bekerja secara efektif dalam masyarakat majemuk (terdiri atas beragam agama, suku, budaya, dan sebagainya).

Masyarakat indonesia adalah masyarakat majemuk, yang hidup tersebar diseluruh tanah air, yang memiliki berbagai macam ragam budaya. Sehingga menimbulkan keanekaragaman institusi dalam masyarakat.

Bhineka Tunggal Ika, diterjemahkan sebagai “Berbeda-beda itu satu”. Artinya, bahwa di dalam realitas kehidupan yang amat beragam, yang ditandai oleh perbedaan-perbedaan lahiriah, akan tetapi tetap mampu membangun suasana rukun untuk mewujudkan satu tujuan hidup bersamadalam satu kesatuan bangsa dan satu kesatuan kesatuan wilayah Negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kesatuan di sini merupakan hasil konsesus atau kesepakatan bersama dari segenap komponen bangsa Indonesia untuk mengatasi kerawanan-kerawanan sebagai akibat siafat-sifat yang melekat pada keberagaman itu.

Pola Tindak Sistem Sosial Budaya Indonesia

  1. Gotong Royong
    Persatuan dan kesatuan hanya terwujud melalui gotong royong, suatu sikap kebersamaan dan tenggang rasa, baik dalam duka maupun suka, kehidupan keluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  2. Prasaja
    Keadilan sosial bagi seluruh masyarakat tidak akan terwujud apabila kehidupan yang sederhana, hemat, cermat, disiplin, professional, dan tertib tidak dilaksanakan.
  3. Musyarawah untuk Mufakat
    Mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan golongan atau perorangan dapat menemui perbedaan yang tidak yang tidak diakhiri dengan perpecahan atau perpisahan, maupun pertentangan.
  4. Kesatria
    Persatuan dan kesatuan, maupun keadilan sosial tidak dapat terwujud tanpa keberanian, kejujuran, kesetiaan, pengabdian, dan perjuangan yang tidak mengenal menyerah demi kehidupan bersama.
  5. Toleransi
    Penerapan Bhinneka tunggal ika yang selanjutnya adalah menegakkan sikap toleransi, sikap ini bisa anda terapkan dalam menerapkan sikap toleransi beragama. Di Indonesia sendiri banyak agama yang diperbolehkan, disini anda bisa toleransi terhadap kepercayaan masyarakat lainnya.
  6. Menegakkan Sikap Pluralisme
    Bentuk penerapan Bhinneka tunggal ika yang terakhir adalah dengan menegakkan sikap pluralisme, dimana pluralisme sendiri merupakan sikap tahu, percaya, paham, ataupun mengerti bahwa perbedaan dan keragaman adalah hal yang wajar. Di Indonesia sendiri sikap ini sangat diperlukan untuk keberlangsungan keutuhan wilayah yang ada di Negara Indonesia.
  7. Perilaku Inklusif
    Seseorang haruslah menganggap bahwa dirinya sedang berada di dalam suatu populasi yang luas, sehingga dia tidak melihat dirinya melebihi dari yang lain. Begitu juga dengan kelompok. Kepentingan bersama lebih diutamakan daripada sebuah keuntungan pribadi atau kelompoknya.


Rangkuman Materi SKD TKP : Jejaring Kerja



Berdasarkan kisi-kisi SKD CPNS sesuai PermenPAN RB Nomor 23 Tahun 2019, Jejaring Kerja, bertujuan mampu membangun dan membina hubungan, bekerja sama, berbagi informasi dan berkolaborasi dengan orang lain secara efektif.

Jejaring Kerja adalah salah satu kegiatan penting dalam berorganisasi yang pada dasarnya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efektif dan efisien. Dengan melakukan koordinasi dan kolaborasi antar bagian dari satu organisasi atau dengan organisasi lain, akan memudahkan setiap individu mengatasi masalah untuk tujuan bersama.

Dalam era globalisasi, adalah suatu kenyataan bahwa tidak ada satu entitas yang mampu berdiri sendiri terpisah dari entitas yang lain. Secara garis besar, kita sangat membutuhkan Jejaring Kerja (networking) untuk menjadikan kehidupan kita lebih sukses. Meskipun kita berada di era modern, dimana segala sesuatu dapat dikendalikan dengan tehnologi mutakhir, tetapi kesuksesan lembaga atau organisasi masih sangat bergantung pada keberhasilan menciptakan Jejaring Kerja (networking). Dengan kata lain, menjalin hubungan sosial dengan siapa pun menjadi bagian penting dalam segala aktivitas kehidupan setiap organisasi.

Membangun jejaring kerja (kemitraan) pada hakekatnya adalah sebuah proses membangun komunikasi atau hubungan, berbagi ide, informasi dan sumber daya atas dasar saling percaya (trust) dan saling menguntungkan diantara pihak-pihak yang bermitra yang dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman atau kesepakatan guna mencapai kesuksesan bersama yang lebih besar. Dari definisi di atas dapat dijelaskan bahwa membangun Jejaring Kerja (kemitraan) dapat dilakukan jika pihak-pihak yang bermitra memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Ada dua pihak atau lebih organisasi/lembaga
  2. Memiliki kesamaan visi dalam mencapai tujuan organisasi/lembaga
  3. Ada kesepakatan/kesepahaman
  4. Saling percaya dan membutuhkan
  5. Komitmen bersama untuk mencapai tujuan yang lebih besar

Prinsip dalam Membangun Jejaring Kerja (Kemitraan)

  1. Kesamaan visi-misi
    Kemitraan hendaknya dibangun atas dasar kesamaan visi dan misi dan tujuan organisasi. Kesamaan dalam visi dan misi menjadi motivasi dan perekat pola kemitraan. Dua atau lebih lembaga dapat bersinergi untuk mencapai tujuan yang sama.
  2. Kepercayaan (trust)
    Setelah ada kesamaan visi dan misi maka prinsip berikutnya yang tidak kalah penting adalah adanya rasa saling percaya antar pihak yang bermitra. Oleh karena itu kepercayaan adalah modal dasar membangun jejaring dan kemitraan. Untuk dapat dipercaya maka komunikasi yang dibangun harus dilandasi itikad (niat) yang baik dan menjunjung tinggi kejujuran.
  3. Saling menguntungkan
    Asas saling menguntungkan merupakan fondasi yang kuat dalam membangun kemitraan. Jika dalam bermitra ada salah satu pihak yang merasa dirugikan, merasa tidak mendapat manfaat lebih, maka akan menggangu keharmonisan dalam bekerja sama. Antara pihak yang bermitra harus saling memberi kontribusi sesuai peran masing-masing dan merasa diuntungkan.
  4. Efisiensi dan efektivitas
    Dengan mensinergikan beberapa sumber untuk mencapai tujuan yang sama diharapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu, biaya dan tanaga. Efisiensi tersebut tentu saja tidak mengurangi kualitas proses dan hasil. Justru sebaliknya dapat meningkatkan kualitas proses dan produk yang dicapai. Tingkat efektifitas pencapaian tujuan menjadi lebih tinggi jika proses kerja kita melibatkan mitra kerja. Dengan kemitraan dapat dicapai kesepakatan-kesepakatan dari pihak yang bermitra tentang siapa melakukan apa sehingga pencapaian tujuan menjadi lebih efektif.
  5. Komunikasi timbal balik
    Komunikasi timbal balik atas dasar saling menghargai satu sama lain merupakan fondamen dalam membangun kerjasama. Tanpa komunikasi timbal balik maka akan terjadi dominasi satu terhadap yang lainnya yang dapat merusak hubungan yang sudah dibangun.
  6. Komitmen yang kuat
    Jejaring Kerja sama akan terbangun dengan kuat dan permanen jika ada komitmen satu sama lain terhadap kesepakatan-kesepakatan yang dibuat bersama.



Rangkuman Materi SKD TKP : Pelayanan Publik



Berdasarkan kisi-kisi SKD CPNS sesuai PermenPAN RB Nomor 23 Tahun 2019, Pelayanan publik, bertujuan mampu menampilkan perilaku keramahtamahan dalam bekerja yang efektif agar bisa memenuhi kebutuhan dan kepuasan orang lain sesuai dengan tugas dan wewenang yang dimiliki.

tkp cpns pelayanan publik

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik menjelaskan bahwa Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Tiga unsur penting dalam pelayanan publik, yaitu pertama, organisasi penyelenggara pelayanan publik, kedua, penerima layanan (pelanggan) yaitu orang, masyarakat atau organisasi yang berkepentingan, dan ketiga, kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh penerima layanan (pelanggan).

Budaya pelayanan merupakan cerminan dari praktek komunikasi yang dibangun antara pemberi layanan dan penerima layanan. Komunikasi yang terjadi mempunyai andil dalam membangun iklim organisasi, juga berdampak pada membangun budaya organisasi (Organization Culture) dalam memberikan pelayanan, yaitu nilai dan kepercayaan yang menjadi titik pusat organisasi. Karena itu merupakan satu hal yang sangat penting untuk terus memelihara dan mengembangkan budaya pelayanan. Sebuah budaya yang kuat akan mewarnai sifat hubungan antar instansi atau organisasi pemberi pelayanan dengan pelanggannya. Budaya pelayanan dibentuk oleh sikap karyawannya serta manajemen organisasi pemberi pelayanan. Sikap pelayanan dapat digambarkan melalui 7P sebagai berikut:

  • Passionate (Sangat bergairah = Bersemangat, Antusias)
  • Progressive (Memakai cara yang terbaik = termaju)
  • Proactive (Antisipatif, proaktif dan tidak menunggu)
  • Prompt (Positif = tanpa curiga dan kekhawatiran)
  • Patience (Penuh rasa kesabaran)
  • Proporsional (Tidak mengada-ada)
  • Punctional (Tepat waktu)

Sikap pelayanan bagi Pegawai ASN berarti pengabdian yang tulus terhadap bidang kerja dan yang paling utama adalah kebanggaan atas pekerjaan. Sikap Saudara dapat menggambarkan instansi/ organisasi Saudara. Saudara adalah perwakilan organisasi secara langsung maupun tidak langsung. Karena itu budaya pelayanan dalam birokrasi pemerintahan akan sangat ditentukan oleh sikap pelayanan yang ditunjukkan oleh Pegawai ASN.

Prinsip-Prinsip Pelayanan Publik

Sebagai seorang ASN, perlu mengetahui bahwa pelayanan publik yang baik juga didasarkan pada prinsip-prinsip yang digunakan untuk merespon berbagai kelemahan yang melekat pada tubuh birokrasi. Berbagai literatur administrasi publik menyebut bahwa prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah:

  • Partisipatif. Dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat pemerintah perlu melibatkan masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasilnya.
  • Transparan. Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik harus menyediakan akses bagi warga negara untuk mengetahui segala hal yang terkait dengan pelayanan publik yang diselenggarakan tersebut, seperti: persyaratan, prosedur, biaya, dan sejenisnya. Masyarakat juga harus diberi akses yang sebesar-besarnya untuk mempertanyakan dan menyampaikan pengaduan apabila mereka merasa tidak puas dengan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah.
  • Responsif. Dalam penyelenggaraan pelayanan publik pemerintah wajib mendengar dan memenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya. Tidak hanya terkait dengan bentuk dan jenis pelayanan publik yang mereka butuhkan akan tetapi juga terkait dengan mekanisme penyelenggaraan layanan, jam pelayanan, prosedur, dan biaya penyelenggaraan pelayanan. Sebagai klien masyarakat, birokrasi wajib mendengarkan aspirasi dan keinginan masyarakat yang menduduki posisi sebagai agen.
  • Tidak diskriminatif. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak boleh dibedakan antara satu warga negara dengan warga negara yang lain atas dasar perbedaan identitas warga negara, seperti: status sosial, pandangan politik, entitas, agama, profesi, jenis kelamin atau orientasi seksual, difabel, dan lainnya.
  • Mudah dan Murah. Penyelenggaraan pelayanan publik dimana masyarakat harus memenuhi berbagai persyaratan dan membayar fee untuk memperoleh layanan yang mereka butuhkan harus diterapkan prinsip mudah, artinya berbagai persyaratan yang dibutuhkan tersebut masuk akal dan mudah untuk dipenuhi. Murah dalam arti biaya yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut terjangkau oleh seluruh warga negara. Hal ini perlu ditekankan karena pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah tidak dimaksudkan untuk mencari keuntungan melainkan untuk memenuhi mandat konstitusi.
  • Efektif dan Efisien. Penyelenggaraan pelayan publik harus mampu mewujudkan tujuan-tujuan yang hendak dicapainya (untuk melaksanakan mandat konstitusi dan mencapai tujuan-tujuan strategis negara dalam jangka panjang) dan cara mewujudkan tujuan tersebut dilakukan dengan prosedur yang sederhana, tenaga kerja yang sedikit, dan biaya yang murah.
  • Aksesibel. Pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah harus dapat dijangkau oleh warga negara yang membutuhkan dalam arti fisik (dekat, terjangkau dengan kendaraan publik, mudah dilihat, gampang ditemukan, dan lain-lain.) dan dapat dijangkau dalam arti non-fisik yang terkait dengan biaya dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut.
  • Akuntabel. Penyelenggaraan pelayanan publik dilakukan dengan menggunakan fasilitas dan sumber daya manusia yang dibiayai oleh warga negara melalui pajak yang mereka bayar. Oleh karena itu semua bentuk penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dipertanggung-jawabkan secara terbuka kepada masyarakat. Pertanggungjawaban di sini tidak hanya secara formal kepada atasan (pejabat atau unit organisasi yang lebih tinggi secara vertikal) akan tetapi yang lebih penting harus dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat luas melalui media publik baik cetak maupun elektronik. Mekanisme pertanggungjawaban yang demikian sering disebut sebagai social accountability.
  • Berkeadilan. Penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah memiliki berbagai tujuan. Salah satu tujuan yang penting adalah melindungi warga negara dari praktik buruk yang dilakukan oleh warga negara yang lain. Oleh karena itu penyelenggaraan pelayanan publik harus dapat dijadikan sebagai alat melindungi kelompok rentan dan mampu menghadirkan rasa keadilan bagi kelompok lemah ketika berhadapan dengan kelompok yang kuat.

Etiket Pelayanan Publik

Etiket mengajarkan kita untuk memelihara hubungan baik, bahkan memikirkan kepentingan dan keinginan orang lain. Pemahaman tentang etiket dapat dijadikan alat pengendali. Hal ini juga membuat diri kita disegani, dihormati, disenangi, percaya diri, dan mampu memelihara suasana yang baik di lingkungan.

Etiket pelayanan yang perlu diperhatikan oleh ASN terhadap pengguna jasa pada umumnya adalah sebagai berikut:

  • Sikap / perilaku
  • Ekspresi wajah
  • Penampilan
  • Cara berpakaian
  • Cara berbicara
  • Cara mendengarkan
  • Cara bertanya

Beberapa kata kunci yang perlu diketahui dan dilaksanakan dalam praktek pelayanan kepada pengguna jasa antara lain:

  • Atensi
  • Senyum
  • Salam
  • Tolong
  • Maaf
  • Terima kasih


Kumpulan Soal SKD TIU Verbal : Silogisme / Penarikan Kesimpulan / Penalaran Logis / Logika Penalaran / Premis Bagian 9



Berikut ini kumpulan soal Silogisme / Penarikan Kesimpulan / Penalaran Logis / Logika Penalaran / Premis dan pembahasannya.

  1. Semua sepeda memiliki lampu.
    Sebagian lampu berwarna merah.
    1. Semua sepeda memiliki lampu merah.
    2. Tidak semua lampu sepeda berwarna merah.
    3. Lampu merah bagian perlengkapan semua sepeda.
    4. Sebagian sepeda memiliki lampu berwarna merah.
    5. Tidak ada sepeda yang berlampu selain merah.
    Jawaban : d

    Diketahui premis:

    • Semua sepeda memiliki lampu.
    • Sebagian lampu berwarna merah.

    Salah satu premis partikular maka kesimpulan pasti partikular

    Kesimpulan: Sebagian sepeda memiliki lampu berwarna merah. 

  2. Dalam suatu perjamuan makan, jika disajikan nasi goreng maka ayam goreng juga disajikan.
    Jika ayam goreng disajikan maka buah-buahan juga disajikan.
    1. Jika nasi goreng tidak disajikan maka buah-buahan tidak disajikan.
    2. Jika ayam goreng disajikan maka buah-buahan tidak disajikan.
    3. Jika buah-buahan tidak disajikan maka nasi goreng tidak disajikan.
    4. Jika buah-buahan disajikan maka ayam goreng juga disajikan.
    5. Jika buah-buahan disajikan maka nasi goreng juga disajikan.
    Jawaban : c

    Menggunakan kaidah silogisme:

    • Jika disajikan nasi goreng maka ayam goreng juga disajikan.
    • Jika ayam goreng disajikan maka buah-buahan juga disajikan. 

    Kesimpulan: Jika disajikan nasi goreng maka buah-buahan juga disajikan.

    lngat, bahwa impilikasi di atas ekuivalen dengan kontraposisi: Jika buah-buahan tidak disajikan maka nasi goreng tidak disajikan. 

  3. Semua mahasiswa yang belajar pasti lulus ujian.
    Sebagian mahasiswa yang lulus ujian ternyata tidak belajar.
    1. Semua mahasiswa belajar.
    2. Semua mahasiswa belajar dan lulus ujian.
    3. Sebagian mahasiswa belajar dan lulus ujian.
    4. Semua mahasiswa yang tidak belajar tidak lulus ujian.
    5. Sebagian mahasiswa yang tidak lulus ujian ternyata belajar.
    Jawaban : c

    Diketahui premis:

    • Semua mahasiswa yang belajar pasti lulus ujian.
    • Sebagian mahasiswa yang lulus ujian ternyata tidak belajar. 

    Salah satu premis partikular maka kesimpulan pasti partikular.

    Yang mungkin adalah pilihan C dan E. Pilihan E salah karena berlawanan dengan premis pertama, yaitu semua mahasiswa yang belajar pasti lulus ujian.

    Kesimpulan: Sebagian mahasiswa belajar dan lulus ujian. 

  4. Semua ban terbuat dari karet.
    Semua karet bersifat elastis.
    Sebagian karet berwarna hitam.
    1. Semua ban elastis dan berwarna hitam.
    2. Semua ban berwarna hitam.
    3. Semua ban elastis berwarna hitam.
    4. Sebagian ban berwarna hitam terbuat dari karet.
    5. Semua ban elastis dan terbuat dari karet.
    Jawaban : e

    Perhatikan premis 1 dan 2.

    • Semua ban terbuat dari karet.
    • Semua karet bersifat elastis.

    Karena semuanya premis umum maka kesimpulan pasti umum.

    Semua ban elastis dan terbuat dari karet.

    Pilihan D (Sebagian ban berwarna hitam terbuat dari karet) salah karena menyebutkan sebagian ban terbuat dari karet, padahal dari premis sebelumnya, semua ban terbuat dari karet. 

  5. lnvers dari pernyataan: “Jika harga minyak naik maka harga nasi padang naik” adalah …
    1. Jika harga minyak tidak naik maka harga nasi padang naik.
    2. Jika harga nasi padang naik maka harga minyak naik
    3. Jika harga minyak tidak naik maka harga nasi padang tidak naik.
    4. Jika harga nasi padang tidak naik maka harga minyak tidak naik.
    5. Jika harga nasi padang tidak naik maka harga minyak tidak naik.
    Jawaban : c

    lngat: lnvers dari pernyataan p -> q adalah -p -> -q.

    Jadi, inversnya adalah: jika harga minyak tidak naik maka harga nasi padang tidak naik

  6. Beberapa benda yang memuai adalah logam.
    Semua logam adalah benda padat.
    1. Hanya logam yang memuai merupakan benda padat.
    2. Benda yang bukan logam tidak memuai.
    3. Beberapa benda padat dapat memuai.
    4. Benda padat dapat memuai.
    5. Benda yang memuai adalah logam.
    Jawaban : c

    Beberapa = sebagian = premis partikular.

    Karena salah satu premis partikular, maka kesimpulan partikular.

    Beberapa benda yang memuai adalah logam. Semua logam adalah benda padat.

    Kesimpulan: Beberapa benda padat dapat memuai. 

  7. Semua karyawan harus hadir dalam rapat rutin.
    Sebagian office boy karyawan.
    1. Semua yang hadir dalam rapat rutin adalah office boy.
    2. Sebagian peserta rapat rutin bukan karyawan
    3. Sebagian peserta rapat rutin adalah office boy
    4. Semua office boy hadir dalam rapat rutin
    5. Semua yang hadir bukan office boy.
    Jawaban : c

    Sebagian = premis partikular.

    Karena salah satu premis partikular, maka kesimpulan partikular. Kemungkinan yang benar adalah B atau C. B salah karena berlawanan dengan premis 1 (Semua karyawan harus hadir dalam rapat rutin).

    Kesimpulan: Sebagian peserta rapat rutin adalah office boy. 

  8. Semua anak pandai bernyanyi.
    Sebagian anak pandai memainkan gitar.
    Sebagian anak yang bermain gitar juga pandai meniup suling.
    1. Anak yang pandai bermain gitar tentu pandai bernyanyi.
    2. Anak yang pandai bermain gitar tentu pandai meniup suling.
    3. Anak yang pandai meniup suling tentu pandai bernyanyi.
    4. Anak yang pandai bernyanyi belum tentu dapat bermain suling.
    5. Sebagian anak pandai bernyanyi, bermain gitar, dan meniup suling.
    Jawaban : e

    Karena ada premis partikular, maka kesimpulan partikular.

    Urutan pengerjaan dibalik dari premis 3, 2, 1. Sebagian anak yang bermain gitar juga pandai meniup suling -> pandai menyanyi. Jadi, Sebagian anak pandai bernyanyi, bermain gitar, dan meniup suling. 

  9. Tidak semua sarjana pandai lolos ujian PNS.
    Semua sarjana yang bodoh tidak lolos ujian CPNS.
    Tidak semua sarjana yang pandai selalu mempunyai ijazah yang lebih baik daripada yang bodoh.
    Purdi mempunyai nilai ijazah yang lebih buruk daripada Alan.
    1. Alan lebih pandai daripada Purdi.
    2. Tidak mungkin Purdi akan lolos ujian CPNS
    3. Mungkin Purdi dan Alan akan lolos ujian CPNS.
    4. Tidak mungkin Purdi dan Alan adalah satu alumni.
    5. Tidak mungkin Alan akan lolos ujian CPNS.
    Jawaban : c

    Diketahui:

    Premis 1: Tidak semua sarjana pandai lolos ujian PNS. 

    Premis 2: Semua sarjana yang bodoh tidak lolos ujian CPNS.

    Premis 3: Tidak semua sarjana yang pandai selalu mempunyai ijazah yang lebih baik daripada yang bodoh.

    Premis 4: Purdi mempunyai nilai ijazah yang lebih buruk daripada Alan.

    A. Alan lebih pandai daripada Purdi. (Salah, karena berlawanan dengan premis 3)

    B. Tidak mungkin Purdi akan lolos ujian CPNS. (Salah, karena tidak dijelaskan Purdi sarjana bodoh)

    C. Mungkin Purdi dan Alan akan lolos ujian CPNS. (Benar, karena tidak dijelaskan mereka sarjana bodoh berarti ada kemungkinan Purdi dan Alan akan lolos ujian CPNS, walaupun tidak pasti)

    D. Tidak mungkin Purdi dan Alan adalah satu alumni. (Salah, karena tidak ada penjelasan, jadi ada kemungkinan satu alumni)

    E. Tidak mungkin Alan akan lolos ujian CPNS. (Salah, karena tidak dijelaskan Alan sarjana bodoh) 

  10. Konvers dari pernyataan: “Jika lolos passing grade TKD, maka bisa mengikuti TKB” adalah ….
    1. Jika tidak lolos passing grade TKD, maka tidak bisa mengikuti TKB
    2. Jika lolos passing grade TKD, maka bisa mengikuti TKB
    3. Jika mengikuti TKB, maka tidak lolos passing grade TKD
    4. Jika mengikuti TKB, maka lolos passing grade TKD
    5. Jika mengikuti TKB, maka belum pasti lolos passing grade TKD
    Jawaban : d

    lngat: Konvers dari pernyataan p -> q adalah q -> p.

    Jadi, konversnya adalah: Jika mengikuti TKB, maka lolos passing grade TKD

Silahkan lihat kumpulan soal silogisme lainnya disini.
Aplikasi belajar di @belajarbro_id atau https://belajarbro.id.



Bank Soal SKD TIU Verbal : Silogisme / Penarikan Kesimpulan / Penalaran Logis / Logika Penalaran / Premis Bagian 8



Berikut ini bank soal Silogisme / Penarikan Kesimpulan / Penalaran Logis / Logika Penalaran / Premis dan pembahasannya.

  1. Salah satu syarat diterima sebagai PNS adalah lulus tes CPNS.
    Yaswinda adalah salah satu PNS yang baru dilantik.
    1. Yaswinda memenuhi syarat sebagai PNS.
    2. Yaswinda mengerjakan tes CPNS.
    3. Yaswinda lulus tes CPNS.
    4. Yaswinda dilantik karena lulus syarat PNS.
    5. Yaswinda pernah menjadi peserta tes CPNS
    Jawaban : c

    Diketahui:

    • Salah satu syarat diterima sebagai PNS adalah lulus tes CPNS.
    • Yaswinda adalah salah satu PNS yang baru dilantik.

    Jadi, kesimpulan yang tepat berdasarkan dua pernyataan tersebut adalah Yaswinda lulus tes CPNS. 

  2. Berenang adalah aktivitas yang pasti dilakukan oleh Nofa di Minggu pagi.
    Hari Minggu ini, Nofa harus menyelesaikan revisi skripsinya.
    1. Hari Minggu ini Nofa tidak berenang.
    2. Hari Minggu ini Nofa ragu untuk berenang.
    3. Minggu pagi ini Nofa pergi berenang meskipun harus menyelesaikan revisi skripsi.
    4. Nofa membagi waktunya.
    5. Nofa memilih menyelesaikan revisi skripsinya dibanding berenang.
    Jawaban : c

    Diketahui:

    • Berenang adalah aktivitas yang pasti dilakukan oleh Nofa di Minggu pagi.
    • Hari Minggu ini, Nofa harus menyelesaikan revisi skripsinya.

    Jadi, kesimpulan yang tepat adalah Minggu pagi ini Nofa pergi berenang meskipun harus menyelesaikan revisi skripsi. 

  3. Novi selalu libur di hari Senin. la menggantikan jadwal rekan kerjanya di hari Minggu.
    Laras adalah rekan kerja Novi yang minta digantikan jadwal kerjanya pada hari Senin minggu ini.
    1. Novi lembur di hari Senin.
    2. Novi tidak libur sama sekali minggu depan.
    3. Novi libur di hari Senin minggu depan.
    4. Laras tidak libur sama sekali.
    5. Novi dan Laras tidak libur sama sekali.
    Jawaban : a

    Diketahui:

    • Novi selalu libur di hari Senin. la menggantikan jadwal rekan kerjanya di hari Minggu.
    • Laras adalah rekan kerja Novi yang minta digantikan jadwal kerjanya pada hari Senin minggu ini

    Jadi, kesimpulan yang sesuai dengan pernyataan tersebut adalah Novi lembur di hari Senin, karena waktu liburnya telah habis karena harus menggantikan jadwal kerja Laras. 

  4. Semua warga Desa Pelaut adalah pedagang.
    Pak Imam adalah warga Desa Pelaut.
    1. Pak Imam pasti seorang pelaut.
    2. Pak Imam adalah seorang pedagang
    3. Pak Imam terpaksa menjadi pedagang karena tinggal di Desa Pelaut.
    4. Pak Imam belum tentu seorang pedagang.
    5. Pak Imam pindah ke desa tetangga agar tidak menjadi pedagang.
    Jawaban : b

    Diketahui:

    • Semua warga Desa Pelaut adalah pedagang.
    • Pak Imam adalah warga Desa Pelaut.

    Jadi, kesimpulan yang sesuai dengan pernyataan-pernyataan tersebut adalah Pak Imam adalah seorang pedagang. 

  5. Uranus bukan bintang, tetapi termasuk benda langit.
    Matahari adalah bintang.
    1. Uranus dan bintang adalah benda langit.
    2. Matahari adalah benda langit.
    3. Uranus dan Matahari berbeda.
    4. Bintang disebut Matahari.
    5. Matahari adalah bintang tetapi bukan benda langit.
    Jawaban : b

    Diketahui:

    • Uranus bukan bintang, tetapi termasuk benda langit.
    • Matahari adalah bintang.

    Jadi, kesimpulan yang sesuai dengan pernyataan tersebut adalah Matahari adalah benda langit. 

  6. Penyelam adalah perenang.
    Sementara penyelam adalah pelaut.
    1. Pelaut adalah perenang.
    2. Tidak semua perenang adalah pelaut.
    3. Penyelam bukan pelaut.
    4. Perenang bukan penyelam.
    5. Beberapa penyelam adalah pelaut.
    Jawaban : a

    Diketahui:

    • Penyelam adalah perenang.
    • Sementara penyelam adalah pelaut.

    Jadi, kesimpulan yang sesuai dengan pernyataan tersebut adalah pelaut adalah perenang. 

  7. Semua ponsel ada fasilitas sms.
    Sebagian ponsel ada fasilitas internet.
    1. Semua ponsel ada fasilitas sms dan internet
    2. Sebagian ponsel ada fasilitas sms dan internet
    3. Sebagian ponsel ada fasilitas internet tapi tidak ada fasilitas sms
    4. Semua yang ada fasilitas internet pasti ada fasilitas sms
    5. Semua yang ada fasilitas internet pasti merupakan ponsel
    Jawaban : b

    Semua ponsel ada fasilitas sms dan sebagian darinya memiliki fasilitas internet.

    Dengan demikian bisa dipastikan bahwa semua ponsel yang ada fasilitas internet pasti ada fasilitas sms. Dan belum pasti semua yang ada fasilitas internet merupakan ponsel. Atau bisa juga disimpulkan sebagian ponsel ada fasilitas sms dan internet.

  8. Rusa bertanduk indah.
    Kambing adalah binatang bertanduk.
    Kerbau mempunyai ekor dan tanduk.
    1. Rusa sama dengan kambing
    2. Rusa, kambing, dan kerbau adalah binatang bertanduk
    3. Rusa tidak berekor
    4. Kambing bertanduk tidak berekor
    5. Kerbau bertanduk indah
    Jawaban : b

    Diketahui:

    1. Rusa bertanduk indah.
    2. Kambing adalah binatang bertanduk.
    3. Kerbau mempunyai ekor dan tanduk.

    Hubungan dari ketiga hewan di atas adalah semuanya bertanduk. Rusa, kambing, dan kerbau adalah hewan yang memiliki tanduk.

  9. Jika pernyataan “Semua dokter adalah laki-laki,” salah, maka ….
    1. Sementara dokter adalah laki-laki
    2. Sementara laki-laki adalah bukan dokter
    3. Sementara dokter adalah bukan laki-laki
    4. Tidak ada dokter yang bukan laki-laki
    5. Tidak ada kesimpulan
    Jawaban : c

    “Semua dokter adalah laki-laki” salah, artinya ada dokter yang bukan laki-laki (perempuan).

  10. Semua kepala sekolah adalah sarjana.
    Sementara kepala sekolah adalah guru.
    Jadi, ….
    1. Sementara guru adalah sarjana
    2. Sementara sarjana adalah kepala sekolah
    3. Sementara guru adalah kepala sekolah
    4. Semua guru adalah sarjana
    5. Kepala sekolah adalah guru
    Jawaban : a

    lngat, “sementara” = “ada” = “beberapa”.

    Dari soal diketahui:

    1. Semua kepala sekolah adalah sarjana.
    2. Ada kepala sekolah adalah guru.

    Artinya ada kepala guru yang sarjana.

Silahkan lihat bank soal silogisme lainnya disini.
Aplikasi belajar di @belajarbro_id atau https://belajarbro.id.



Latihan Soal SKD TIU Verbal : Silogisme / Penarikan Kesimpulan / Penalaran Logis / Logika Penalaran / Premis Bagian 7



Berikut ini latihan soal Silogisme / Penarikan Kesimpulan / Penalaran Logis / Logika Penalaran / Premis dan pembahasannya.

  1. Tidak seorang pun siswa yang pandai berbahasa Arab, kecuali siswa jurusan bahasa.
    Lia adalah siswa jurusan bahasa.
    1. Tidak seorang pun siswa yang pandai berbahasa Arab, kecuali siswa jurusan bahasa. Lia adalah sisa jurusan bahasa.
    2. Lia hanya seorang siswa di sekolahnya.
    3. Lia pandai berbahasa Arab.
    4. Lia belajar bahasa Arab.
    5. Lia menyukai jurusan bahasa.
    Jawaban : c

    Diketahui:

    • Tidak seorang pun siswa yang pandai berbahasa Arab, kecuali siswa jurusan bahasa.
    • Lia adalah sisa jurusan bahasa.

    Jadi, kesimpulan yang tepat berdasarkan dua pernyataan tersebut adalah Lia pandai berbahasa Arab. 

  2. Hari ini pertandingan antara Persib melawan Arema akan digelar.
    Kerusuhan antarpenonton bisa terjadi di mana saja termasuk saat ada pertandingan sepak bola.
    1. Pertandingan antara Persib melawan Arema digelar hari ini.
    2. Setiap pertandingan antara Persib melawan Arema digelar selalu ada kerusuhan antarpenonton.
    3. Tidak selamanya kerusuhan yang terjadi antarpenonton disebabkan adanya pertandingan sepak bola.
    4. Setiap ada pertandingan sepak bola ada kerusuhan antarpenonton.
    5. Kerusuhan antarpenonton yang terjadi sebagai akibat digelarnya pertandingan antara Persib melawan Arema.
    Jawaban : c

    Diketahui:

    • Hari ini pertandingan antara Persib melawan Arema akan digelar.
    • Kerusuhan antarpenonton terkadang terjadi karena adanya pertandingan sepak bola.

    Jadi, kesimpulan yang tepat berdasarkan dua pernyataan tersebut adalah tidak selamanya kerusuhan yang terjadi antarpenonton disebabkan adanya pertandingan sepak bola. 

  3. Sebagian kendaraan bermotor menggunakan solar.
    1. Semua sepeda motor menggunakan pertalite.
    2. Semua mobil menggunakan bensin.
    3. Semua kendaraan menggunakan pertamax.
    4. Semua Truk menggunakan premium.
    5. Sebagian mobil menggunakan bensin
    Jawaban : e

    Diketahui:

    Semua kendaraan bermotor menggunakan BBM.

    Pernyataan ini secara tidak langung menyatakan bahwa sebagian mobil menggunakan bensin. 

  4. Semua siswa berprestasi mendapat beasiswa dari pemerintah daerah.
    Ali mendapat beasiswa dari pemerintah daerah.
    1. Ali termasuk salah satu siswa berprestasi.
    2. Ali pantas mendapat beasiswa karena pintar.
    3. Ali tidak perlu berprestasi hanya untuk mendapat beasiswa dari pemerintah.
    4. Ali pernah mendapat prestasi.
    5. Ali adalah seorang siswa.
    Jawaban : a

    Semua siswa berprestasi mendapat beasiswa dari pemerintah daerah. Ali mendapat beasiswa dari pemerintah daerah. 

    Jadi, kesimpulan yang tepat berdasarkan dua pernyataan tersebut adalah Ali termasuk salah satu siswa berprestasi. 

  5. Satu keluarga yang tinggal di seberang rumah Ruri menyukai jus alpukat.
    Nanda tidak menyukai jus alpukat.
    1. Nanda adalah anggota keluarga yang tinggal di seberang rumah Ruri.
    2. Nanda adalah keluarga seberang Ruri.
    3. Keluarga seberang rumah Ruri memiliki anak perempuan bernama Nanda
    4. Nanda bukan salah satu anggota keluarga yang tinggal di seberang rumah Ruri.
    5. Anggota keluarga yang tinggal di seberang rumah Ruri ada yang tidak suka jus avokat.
    Jawaban : d

    Diketahui:

    • Satu keluarga yang tinggal di seberang rumah Ruri menyukai jus alpukat.
    • Nanda tidak menyukai jus alpukat.

    Jadi, kesimpulan yang tepat berdasarkan dua pernyataan tersebut adalah Nanda bukan salah satu anggota keluarga yang tinggal di seberang rumah Ruri. 

  6. Semua orang berdiri ketika tamu terhormat memasuki ruangan.
    Pak Jokowi memasuki ruang rapat DPRD Kab. Batanghari.
    1. Tidak semua orang berdiri ketika Pak Jokowi memasuki ruangan rapat.
    2. Tidak ada seorang pun yang tidak berdiri ketika Pak Jokowi memasuki ruang rapat DPRD Kab. Batanghari.
    3. Tidak ada seorang pun yang mengetahui bahwa Pak Jokowi adalah tamu terhormat.
    4. Semua orang tahu bahwa Pak Jokowi adalah tamu terhormat.
    5. Semua orang tidak berdiri karena telah disediakan kursi.
    Jawaban : b

    Diketahui:

    • Semua orang berdiri ketika tamu terhormat memasuki ruangan.
    • Pak Jokowi memasuki ruang rapat DPRD Kab. Batanghari.

    Jadi, kesimpulan yang tepat berdasarkan dua pernyataan tersebut adalah Pak Jokowi adalah tamu terhormat sehingga tidak ada seorang pun yang tidak berdiri ketika Pak Jokowi memasuki ruang rapat DPRD Kab. Batanghari. 

  7. Semua ikan hidup di air.
    Beberapa ikan hidup di air asin.
    1. Semua ikan hidup di air asin dan tawar.
    2. Beberapa ikan yang hidup di air asin tidak dapat hidup di sungai.
    3. Ada ikan yang tidak hidup di air asin.
    4. Tidak ada ikan yang hidup di air sungai.
    5. Semua ikan hidup di air tawar saja.
    Jawaban : c

    Diketahui:

    • Semua ikan hidup di air.
    • Beberapa ikan hidup di air asin.

    Jadi, kesimpulan yang tepat berdasarkan dua pernyataan tersebut adalah ada ikan yang tidak hidup di air asin. 

  8. Semua penduduk pesisir pantai bermata pencaharian sebagai nelayan.
    Pak Waluyo tinggal di pesisir pantai dan membuka warung makan.
    1. Pak Waluyo tinggal di pesisir pantai karenanya ia bermata pencaharian sebagai nelayan.
    2. Meskipun Pak Waluyo membuka warung makan, tetapi ia tetap bekerja sebagai nelayan.
    3. Ada penduduk yang tidak bermata pencaharian sebagai nelayan.
    4. Sebagian penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan.
    5. Pak Waluyo membuka warung makan sekalipun tinggal di pesisir pantai.
    Jawaban : b

    Diketahui:

    • Semua penduduk pesisir pantai bermata pencaharian sebagai nelayan.
    • Pak Waluyo tinggal di pesisir pantai dan membuka warung makan.

    Jika semua premis umum maka simpulan harus umum. Jadi, kesimpulan yang tepat berdasarkan dua pernyataan tersebut adalah meskipun Pak Waluyo membuka warung makan, tetapi ia tetap bekerja sebagai nelayan. 

  9. Semua pendonor darah harus sehat.
    Sebagian pendonor darah memiliki golongan darah O.
    1. Sebagian orang yang bergolongan darah O dan menjadi pendonor darah sehat.
    2. Semua pendonor darah harus bergolongan darah O dan berbadan sehat.
    3. Semua pendonor darah O adalah pendonor yang sehat.
    4. Sebagian orang yang memiliki golongan darah O menjadi pendonor darah yang sehat.
    5. Semua pendonor darah O harus berbadan sehat.
    Jawaban : d

    Diketahui:

    • Semua pendonor darah harus sehat.
    • Sebagian pendonor darah memiliki golongan darah O.

    Jadi, kesimpulan yang tepat berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut adalah sebagian orang yang memiliki golongan darah O menjadi pendonor darah yang sehat. 

  10. Siswa kelas 3 baru naik kelas 4 jika sudah lulus ujian perkalian dan pembagian.
    Ida dan Fikri adalah sisa kelas 4.
    1. Ida dan Fikri pasti mampu mengerjakan ujian perkalian dan pembagian.
    2. Fikri tidak lulus ujian perkalian, tetapi lulus ujian pembagian.
    3. Ida tidak lulus ujian pembagian, tetapi lulus ujian perkalian.
    4. Ida dan Fikri belum tentu mampu mengerjakan ujian perkalian dan pembagian.
    5. Ida lebih pandai dalam perkalian dibanding Fikri yang pandai dalam pembagian.
    Jawaban : a

    Siswa kelas 3 baru naik kelas 4 jika sudah lulus ujian perkalian dan pembagian.

    Ida dan Fikri adalah siswa kelas 4.

    Jadi, kesimpulan yang tepat berdasarkan dua pernyataan tersebut adalah Ida dan Fikri pasti mampu mengerjakan ujian perkalian dan pembagian. 

Silahkan lihat latihan soal silogisme lainnya disini.
Aplikasi belajar di @belajarbro_id atau https://belajarbro.id.